Awas! Speedy Anda di Hack!

>> 20 Desember 2008

Seorang bapak akan membayar kewajibannya di loket telkom.



"Nomor xxxxxxx berapa Mbak?" tanya si bapak itu sopan.



"Kelebihan kuotanya... semuanya 7 juta ruapiah", kata si mbak. (busyet! hiperbola banget)



Mendengar itu si bapak langsung jatuh pingsan kemudian kejang-kejang dan tak sadarkan diri.



---



Berdasarkan cerita singkat di atas, penyebab jatuh pingsan si bapak karena mendengar kelebihan kuota speedynya yang kelewat besar. Padahal sejak awal berangkat dari rumah, si bapak telah memperkirakan berapa besarnya kelebihan kuota speedynya. Si bapak selalu rajin mencatat aktivitas nettingnya. Catatanya lengkap dan akurat, namun waktu akan membayar kelebihan kuota, catatannya begitu jauh di luar perkiraan. Mengapa demikian? Mungkin, speedy kepunyaan si bapak itu di HACK!



teruskan...

Ingin Kuliah, Punya Uang Tapi Tidak Punya Otak? Ke Indonesia Aja!

>> 17 Desember 2008

Hahaha! Pendidikan yang berkualitas di Indonesia semakin mahal saja. Apalagi untuk pendidikan SMP, SMA dan Perguruan Tinggi, wuih! Mahal banget! Gila!


Pantas otak orang Indonesia harganya mahal (gara-gara jarang dipake). Bagaimana mau menjalankan otak kalau duduk di lingkungan pendidikannya saja begitu susah. Begitu mahal! Satu bangku di perkuliahan minimal seharga 3 juta sampai "tak terhingga" triliun. Tidak semua orang bisa menggapai itu. Terkutuklah orang yang membuat pendidikan di negeri ini begitu mahal!



teruskan...

Setelah Minyak, Gas, Apa Lagi Ya?

"Hari ini harga premium resmi saya turunkan", kata seorang presiden dari negeri entah berantah.



Rakyat bersorak gembira. Mereka pikir, dengan turunnya harga premium beban mereka pun akan turun sedikit. Sepeda motor yang biasa diisi satu liter sekarang akan mereka isi satu setengah liter. Uang yang mereka anggarkan untuk premium akan bisa sedikit dialihkan untuk hal lain. Ini semua karena keputusan sang presiden yang menurunkan harga premium.



Mereka (rakyat) berlari dengan penuh semangat untuk membeli premium yang telah turun itu. Perasaan mereka bahagia dan senang bukan main. Langkah mereka terhenti, semangat mereka terhenti, perasaan bahagia mereka terhenti, rasa senang bukan mainnya pun terhenti ketika mereka membaca sebuah pengumuman yang ditulis besar-besar "Maaf, premium habis", begitu bunyi pengumuman tersebut. Mereka lemas, hatinya perih teriris.



teruskan...

  © getz by Ourblogtemplates.com 2008

kembali ke ATAS